Header Ads

ad

Antusiasme Warga Sragen Sambut Uji Coba Bus Trans Jateng: Seru, AC-nya Dingin!



SRAGEN – Hari pertama uji coba operasional Bus Trans Jateng rute Sumberlawang Sragen-Terminal Tirtonadi Solo dipadati penumpang, Selasa (1/9). Uji coba akan berlangsung mulai 1 hingga 9 September mendatang.

Warga Sragen tampak memadati halte-halte yang disediakan, untuk menikmati kenyamanan angkutan aglomerasi tersebut.

Salah satu calon penumpang bus, Mitha tampak antusias menyambut kedatangan bus di Halte Terminal Gemolong.

“Seru, pengin jalan-jalan naik bus AC, bersih lagi. Jenuh kalau di rumah terus. Ini saya sama keponakan saya,” ujarnya

Penumpang lain, Khusnul (35) warga Krikilan, Kalijambe menyampaikan kepuasan, usai dirinya mencoba naik bus dari halte Sangiran ke Sumberlawang.

“AC- nya dingin, adem, ” katanya bersemangat.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Sragen, Darmawan mengatakan, akan ada 14 armada bus yang disiapkan untuk melayani rute baru tersebut.

“Saat ini akan dioperasionalkan 14 armada, dengan durasi waktu 15-20 menit. Sementara kita batasi kapasitas penumpang separuh dari kapasitas normal 40 penumpang. Masyarakat bisa menuju halte yang disediakan. Untuk protokol kesehatan dibatasi jumlah penumpang, tetap menjaga jarak, penyemprotan disinfektan di bus maupun halte,” ujarnya.

Darmawan menjelaskan, layanan angkutan aglomerasi Bus Trans Jateng dimulai pukul 05.00 WIB hingga 18.00 WIB. Adapun besaran tarif penumpang untuk pelajar, guru dan veteran Rp 2.000 sedangkan penumpang umum dikenakan tarif Rp 4.000. Namun, selama masa uji coba operasional masyarakat dapat menikmati layanan gratis, tanpa membayar.

“Jumlah halte yang disediakan sebanyak 16 buah. Naik turun penumpang dapat dilakukan di halte terdekat maupun rambu BRT. Bus akan melewati kawasan wisata Kedungombo, Gunung Kemukus dan Museum Sangiran,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, Bus Trans Jateng berfungsi sebagai moda transportasi umum untuk menunjang sektor pariwisata dengan mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kenyamanan penumpang.

”Untuk Sragen diprioritaskan lintas barat mengakses wisata Kedungombo, Gunung Kemukus dan Sangiran. Makanya tersedia halte di Sangiran Kalijambe tersebut,” kata Darmawan.

Ia berharap, dengan adanya bus tersebut masyarakat bisa perlahan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke mode transportasi massal yang aman, nyaman dengan biaya terjangkau.

Sampai tahun 2023 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan mengoperasikan tujuh koridor Trans Jateng di wilayahnya. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap dengan terkoneksinya angkutan di berbagai wilayah tersebut mampu jadi pengungkit perekonomian dan pariwisata. 


Sampai saat ini, Pemprov Jateng telah mengoperasikan empat koridor Trans Jateng. Yang pertama diluncurkan, koridor Semarang-Bawen. Koridor kedua Semarang-Kendal. Koridor ketiga berada di Purwokerto-Purbalingga. Sementara Koridor keempat yang baru diluncurkan Selasa (1/9), menjangkau wilayah Purworejo sampai Magelang. 


Kepala Dinas Perhubungan Jateng Satriyo Hidayat mengatakan setelah keempat koridor diluncurkan, akan kembali menyusul koridor kelima yang akan dilaunching pada Kamis (3/9) besok. Koridor tersebut akan melintasi Kawasan Subosukowonosraten (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen dan Klaten) rute Surakarta – Sragen.


"Sampai tahun 2023 Pak Gubernur menargetkan ada tujuh koridor yang kita operasikan," kata Satriyo, usai peluncuran Trans Jateng Purwomanggung koridor I, Selasa (1/9). 

Sumber: Jatengprov

Tidak ada komentar